Powered by Max Banner Ads 

« | Home | »

Sukses Me-”Marketing” Diri Sendiri

By Eep | February 23, 2008
Topics: AdCom, Human Development, Opini | 9 Comments »

closePosting ini ditulis kira-kira 1 tahun 11 bulan 18 hari yang lalu. Ada kemungkinan ketidakrelevanan isi tulisan dengan situasi sekarang ini.

Dahulu (lupa apa di SMP atau di SMA) saya punya kawan yang jahil. Anehnya dia hanya sering menjahili salah satu dari kawan kita. Mudah ditebak, kawan yang dijahili tersebut lama-lama bete karena dijahilin terus menerus. Satu hari, kawan si jahil ini sakit, dan apa yang terjadi? Kawan yang dijahili malah merasa kehilangan, kok hari ini tidak ada yang menjahili?

Satu kisah dari jaman Rasul, dikisahkan bahwa begitu sabarnya Rasul SAW setiap hari dia lewat ke satu rumah, selalu diludahin dan dicaci maki oleh pemilik rumah tersebut. Tapi Rasul tetap sabar dan tetap melewati rumah tersebut. Satu hari, ketika Rasul lewat ke depan rumah tersebut, tidak ada yang meludahi dan mencaci maki Rasul. Rasul pun keheranan. Bukannya merasa lega, tetapi Rasulullah malah bertanya-tanya, kemana ini si Fulan pemilik rumah? Ternyata si Fulan sedang sakit. Rasul malah merasa “kangen” dengan tindakan si Fulan, padahal tindakan tersebut tidak menyenangkan.

Konsistensi dan persistensi katanya adalah salah satu cara yang efektif supaya orang terus dapat mengingat kita. Ini pula yang sering diterapkan dalam memasarkan satu produk atau jasa. Karena seringnya muncul iklan joss joss di televisi, radio dan media massa lainnya, maka mau ga mau orang kemudian terus ingat dan akhirnya menggunakan produk tersebut.

Cara menjual/promosi/marketing seperti ini juga bisa sukses diterapkan untuk diri sendiri. Jadilah orang tersebut memiliki ciri khas. Salah satu contoh orang yang dahulu sukses menjual ciri khas dirinya sendiri (entah itu dipandang benar atau tidak, baik atau buruk) adalah Desi Ratnasari. Dia dikenal sebagai Miss No Comment, sampai-sampai wartawan gosip kemudian melancarkan aksi boikot tidak akan memberitakan apa pun seputar Desi Ratnasari. Tetapi faktanya, Desi tetap muncul di berita-berita media massa.

Image buruk atau baik, tindakan salah atau benar, tindakan menyebalkan atau menyenangkan, kalau dilakukan terus menerus akan menghasilkan hasil yang sama, yaitu kepopuleran. Sepertinya sudah menjadi rahasia umum, kalau Sang Pakar™ You Know Who sering melontarkan statement yang kurang tepat, bahkan beberapa sangat ngawur dan tidak ada berdasar. Tetapi let see.., dia tetap populer dan tetap disebut sebagai pakar/narasumber dan tetap sering muncul di media massa. Tinggal masalahnya adalah kepopuleran ini mau digunakan untuk apa? Terserah kepada yang bersangkutan.


 Powered by Max Banner Ads 

Related posts

9 Responses to “Sukses Me-”Marketing” Diri Sendiri”


  1. Gravatar Icon Made Says:
    February 24th, 2008 at 12:27 am

    hi Roy :)


  2. Gravatar Icon Biho Says:
    February 24th, 2008 at 6:39 am

    kepopuleran dibuat untuk narsis :mrgreen:


  3. Gravatar Icon abah oryza Says:
    February 24th, 2008 at 7:30 am

    kayaknya ini bahasan yg semalem, namun lebih santun dan rada sante ya bro …

    tapi ternyata makin rame tuh di bahas lagi di rumah mpri, di aa noto, mbuh di mana lagi??

    *lagi terinspirasi bikin blogtainment nehhh*


  4. Gravatar Icon nasib seleb « Kawah Candradimuka Blogger Says:
    February 24th, 2008 at 7:32 am

    [...] nggak usah di balas dalam postingan lah nggak penting (eh bahas juga, tapi nggak lugas sihh, apa ini jawaban beliau he he), dan kayaknya akan berlangsung seru di rumah mpri yang bertrafic tinggi. kita tunggu [...]


  5. Gravatar Icon Eep Says:
    February 24th, 2008 at 7:40 am

    sorry abah oryza.. posting tersebut sudah saya tulis sebelum insiden ini.. cuma baru diposting kemarin aja.. dan saya pastikan tidak terkait dg Pak BR, karena sy tercetus menulis tentang sukse memarketing diri sendiri ketika beres on air sama Sang Pakar di MetroTV:

    http://eepinside.com/?p=618


  6. Gravatar Icon abah oryza Says:
    February 24th, 2008 at 8:00 am

    he he salah yah, tapi rada nyerempet-nyerempet.. ya sutra lah … gpp. lanjut bro ngeblognya …


  7. Gravatar Icon adit Says:
    February 25th, 2008 at 11:20 am

    sebetulnya dalam organisasi juga begitu, bukankah persistensi dibutuhkan untuk membentuk reputasi sebuah perusahaan ?


  8. Gravatar Icon Eep Says:
    February 25th, 2008 at 11:34 am

    yup setuju dengan Adit.. hehehe


  9. Gravatar Icon antown Says:
    April 12th, 2008 at 5:26 am

    saya suka tulisan diatas, mggabungkan antara dunia marketing dengan pengalaman yang pernah didapat. wah manfaat banget nih

    makasi ya, bos


Comments


  •  Powered by Max Banner Ads 
  • Random Quote

    Cinta sering diucapkan dengan kata-kata, Cinta sering dilakukan tanpa perbuatan, Cinta sering disebut tapi tidak dikenal, Cinta tidak mengenal cemburu, Cinta tidak mengenal pamrih… — Dicky Zainal Arifin

  • Categories

  • Archives

  • Calendar

    February 2010
    M T W T F S S
    « Jan    
    1234567
    891011121314
    15161718192021
    22232425262728
  • RSS AnakAnakKreatif.Com

  • RSS Silokabudaya News

  • Tag cloud

  • Last Book Collection

    faq62h 0071477845-01-lzzzzzzz sukses-berbisnis-di-internet-dalam-29-hari-panduan-praktis-membangun-bisnis-internet-yang-sukses-dalam-29-hari-sc cover_layout_edisi_2009_fro1 cover2 0909050305385275-1
  • Last Movie

    the_spy_next_door_poster_02 mpw-43848 film22041b avatar-movie-poster d9istrict_9_movie_poster14 lastlegionposter2

  • This blog read by
    page counter
    people at this time

    Firefox 3