« Dhany Irfan & Rio Febrian | Home | Training “Find The Diamond in You” Jakarta »
Professional Video Made Simple
By Eep | January 18, 2009
Topics: Karya Tulis, My Mac World | 4 Comments » Tags: Audio video, Editing Video, Komputer, Macintosh
Posting ini ditulis kira-kira 1 tahun 22 hari yang lalu. Ada kemungkinan ketidakrelevanan isi tulisan dengan situasi sekarang ini.Belajar Final Cut Express Bersama ID-MAC.
Komputer telah menjadi tool yang sangat banyak membantu pekerjaan dunia kreativitas. Salah satunya dalam dunia video editing. Dahulu, sebelum teknologi komputer menjangkau video editing, memoles video adalah pekerjaan yang memakan waktu lama dan juga memerlukan peralatan yang tidak murah. Namun kini dengan bantuan teknologi komputer, mengedit video menjadi pekerjaan yang dapat dikatakan bisa dilakukan oleh semua orang dengan mudah.
ID-Mac, komunitas pengguna Macintosh terbesar di Indonesia kembali mengadakan acara workshop pada tanggal 22 November 2008, bekerjasama dengan reseller Apple di Bandung, yaitu Zoom bertempat di mal Paris Van Java. Acara dimulai pada pukul 15:00 dan berakhir pada pukul 17:00. Instruktur workshop kali ini adalah Antonius Widjaja, pemilik usaha Arjuna Multimedia. Instruktur yang rendah hati ini kemudian mengubah judul acara dari Workshop Final Cut Express menjadi Final Cut Express Sharing Knowledge.
Alasannya, katanya sih karena beliau merasa belum ahli dalam menggunakan Final Cut Express. Waduh, ya iya lah, keseringan menggunakan Final Cut Pro sih.
Acara diikuti oleh peserta yang lumayan banyak. Peserta pun sangat antusias mendengarkan paparan dari Antonius. Hadir pada kesempatan acara kali ini adalah: saya (Eep), Sasongko, Mas Wahid, Brynerio, Hari, Erwin, Tony Ardianto, Mosidik, Doel, Fatranugraha, dan Fitri. Fitri menjadi satu-satunya peserta paling cantik di ruangan
Antonius pun membawakan workshop ini dengan alur yang sangat bagus. Dimulai dengan paparan perbedaan Linear Editing dan Non Linear Editing. Seperti yang saya katakan, sebelum teknologi komputer masuk ke dunia editing video, mengolah video memerlukan peralatan dan waktu yang tidak sedikit. Anton menjelaskan bahwa dahulu orang mengolah video dengan menggunakan cara tape to tape, dibantu dengan menggunakan video mixer. Untuk kelas profesional, bahkan setiap deck video (VTR) harus menggunakan interface controller tertentu supaya timecode antar VTR dapat tersinkron dengan baik. Untuk menambahkan judul pun harus menggunakan alat tambahan yang disebut title maker.
Penggunaan komputer sebagai alat editing Non Linear banyak sekali memberikan kemudahan. Di antaranya editor tidak lagi harus bolak-balik memutar kaset untuk mencari adegan yang tepat. Pada sistem non linear, file video didigitalisasi dulu (istilah umumnya: di-capture), kita bisa capture di bagian-bagian yang memang mau kita masukan ke dalam timeline (semacam susunan storyboard/skenario). Atau bisa saja kita capture dulu sekaligus, lalu nanti kita potong-potong semudah memotong kertas/pita film.
Antonius kemudian mempraktikan alur editing video. Pertama, tentu saja take shoot dulu. Ambil beberapa adegan yang kita inginkan. Lalu proses berikutnya adalah capture dari handycam/camcorder ke Macintosh menggunakan koneksi firewire. Yeah.., latest MacBook can’t do that!
Antonius pun menjelaskan, kemungkinan ke depan camcorder yang menggunakan media digital berbasis hardisk atau solid state disk akan semakin meluas. Mungkin alasan inilah yang membuat Steve Job menghilangkan koneksi firewire di MacBook terbaru. Ya, dengan camcorder berbasis hardisk/flash disk, proses capture sudah tidak diperlukan lagi. File hasil rekaman tinggal dicopy ke Mac. Tentu saja, menggunakan USB pun soal copy file bisa dilakukan.
Setelah proses capture selesai, Anton lalu melanjutkan ke langkah berikutnya, yaitu menyusun file-file hasil capture itu ke dalam timeline Final Cut Express. Di situ dijelaskan tentang scrubbing, cutting movie di timeline, mengaktifkan dan menonaktifkan snapping, dll. Juga dijelaskan mengenai fasilitas pemberian transisi antar klip sehingga perpindahan antar klip bisa lebih smooth atau lebih menarik. Anton kemudian memberikan cara memasukan musik latar (background musik) dan juga narasi. Terakhir untuk proses editing ini Anton menunjukkan cara menambahkan judul/title ke dalam timeline FCE. Memang, software FCE ini memiliki fitur-fitur yang sudah lebih dari cukup untuk melakukan editing video bagi pengguna kelas amatir.
Proses selanjutnya yang dijelaskan adalah membuat klip sebagai hasil akhir dari susunan video klip, title, narasi dan juga musik latar. Di sini Antonius menjelaskan tentang beberapa pilihan file format untuk hasil eksport/rendering FCE. “Kita tentukan hasil akhir ini mau diputar dimana? Web, VCD, DVD, dll. Mac banyak memberikan kemudahan untuk soal ini”, papar Anton. Anton juga menunjukkan bagaimana Mac memberikan integrasi antara FCE dengan iDVD kalau kita ingin memberikan hasil akhir berupa DVD. Pembuatan chapter contohnya, bisa kita sisipkan di FCE dan nantinya otomatis akan dikenal di iDVD.
Di akhir acara, Anton menyebutkan, “Apple atau Mac hanyalah sebuah alat, soal hasil dari editing video ini kembali tergantung kepada kreativitas kita dalam menggunakan tools ini. Dan akhirnya kreativitas inilah yang akan menjadi tolok ukur harga yang kita berikan kepada konsumen.”
Dimuat di Majalah Macworld Indonesia, Edisi-9, Februari 2009.






January 19th, 2009 at 2:05 pm
waahh. final cut? ajarin dong pak eep, bagi-bagi ilmunya disini…bikin ngiri ajah nih…
January 19th, 2009 at 4:07 pm
eta gambar Cover Macworld-na nyomot ti blog uing nyak..? hehehe
January 20th, 2009 at 3:18 am
enya bener…
March 16th, 2009 at 3:21 pm
wah bagus pisn blogna patut ditiru