Sosialisasi Pajak
By Eep | January 7, 2009
Apa kata dunia..? Yeah.., ceplosan Nagabonar sepertinya sudah menjadi icon di Dirjen Pajak. Hampir semua iklan yang dilansir, sering menyertakan kalimat tersebut. Sunset Policy sebagai salah satu program peningkatan jumlah wajib pajak rupanya cukup bagus dalam menggaet wajib pajak baru. Masalahnya, seperti biasanya lembaga pemerintahan, sosialiasi menjadi kelemahan utama hampir di semua layanan pemerintah. Pun demikian soal pajak.
Banyak wajib pajak yang hingga saat ini yang kebingungan bagaimana itu menghitung pajakn yang harus dibayarkan, kapan harus bayar, kalau terlambat bayar denda berapa, dan banyak lagi hal-hal lainnya. Apalagi kalau wajib pajak perusahaan, jenis pajaknya juga bermacam-macam, ini turut membuat antipati masyarakat bahwa berurusan dengan pajak adalah bagai mengurai benang kusut, sulit, waktunya lama, dll.
Topics: Opini, Social Life | 1 Comment »
Tawaran Investasi
By Eep | January 6, 2009
Beberapa hari yang lalu, saya mendapat telepon:
Penelepon (P): “Halo selamat siang, maaf ini dengan Pak Eep?”
Saya (S): “Ya, betul, darimana ini?”
P: “Saya ‘nama’ dari (dia menyebutkan perusahaan keuangan/bank cukup ternama), apakah Pa Eep lagi sibuk?”
S: “Tidak juga”
P: “Oke kalau begitu, kami ingin menawarkan… (werrrrrr, omongannya langsung ngalir deras hampir tanpa jeda)”
Intinya adalah menawarkan kesempatan investasi dalam bentuk saham dan valas. Sebelum terlalu jauh dia ngoceh, saya langsung berbicara: “Maaf mba…, sebentar, saya potong karena anda bicara nyerocos. Daripada lama anda menjelaskan tanpa hasil, saya katakan: saya tidak tertarik dengan tawaran investasi yang anda bicarakan ini.”
Si penelepon langsung berhenti bicara, “Oh gitu ya pa? Boleh saya tahu kenapa Bapak tidak tertarik?” Dalam hati saya ngdumel, “Mau tau aja urusan orang.”
“Begini mba, buat saya, kalau sekarang punya uang Rp 50 juta, maka saya lebih tertarik untuk membuat 50 gerobak nasi goreng daripada investasi di perusahaan Anda. Lalu gerobak nasi goreng tersebut akan saya sewakan kepada pedagang nasi goreng keliling, dengan uang sewa Rp 10.000,00 per hari.”
Si Mbak langsung nyamber, “Wah keuntungannya kecil sekali dong pa.., kalau diinvestasikan di perusaahaan kita bisa dapet lebih banyak keuntungannya.”
Wah.., mulai kurang ajar nih penelepon. “Iya mba, lebih besar keuntungannya, tapi kalau untung kan? Apakah Anda menjamin uang yang saya investasikan itu untung? Tidak akan rugi?”
Si Mbak: “Ya tidak bisa saya jamin lah pak.., namanya juga bisnis ada rugi ada untung.”
Saya kemudian balik tanya, “Anda tahu tidak penyebab krisis ekonomi global sekarang ini?”
Si Mbak: “Tidak tahu pa.”
Saya: “Itu karena fund manager perusahaan-perusahaan dimana Mba akan menempatkan uang saya untuk investasi tidak beres. Perusahaan rugi dilaporkan untung, supaya harga saham tetap naik, dan banyak praktik-praktik tidak sehat lainnya.” (Saya berlaga so tahu hal tersebut). “Coba anda lihat, perusahaan-perusahaan besar banyak yang bangkrut, harga sahamnya menurun drastis, tapi coba anda lihat, tukang nasi goreng dan tukang sate biar kata harga BBM mahal, tetap saja keliling komplek jualan nasi dan sate. Maaf ya Mba, buat saya saat ini lebih tertarik investasi di sektor real saja mba. Biar kata untungnya kecil tidak apa-apa, asalkan aman dari kotak-katik pat gulipat fund manager tak bermoral.”
Si Mba ga bisa ngomong lagi, “Oke pa Eep, terima kasih atas waktunya.”
Pembicaraan pun selesai.
Kadang-kadangĀ perlu omongan yang ngaco juga untuk menghentikan telemarketing yang suka nyerocos tanpa henti menawarkan produknya.
Topics: Social Life | 8 Comments »
Kampung Sampireun, Surga Di Tanah Parahyangan
By Eep | January 1, 2009
Tidak akan pernah menyangka, di sebuah pedesaan yang jauh dari perkotaan, ada sebuah hotel dengan konsep natural yang menawarkan pengalaman wisata yang unik dan tak akan terlupakan. Ya, itulah Kampung Sampireun, terletak di Kecamatan Samarang Kabupaten Garut.
Pertama kali saya menginap di hotel tersebut, perjalanan menuju hotel tersebut diselimuti rasa penasaran. Ini jalannya kecil, menuju gunung, kok belum sampai juga? Kalau dilanjutkan jalan tersebut akan menuju ke kawasan Gunung Kamojang, tempat berada pembangkit listrik panas bumi (geothermal).
Tetapi setelah sampai ke Kampung Sampireun, perasaan lelah langsung sirna. Melihat pemandangan alam yang sangat cantik dan natural. Kampung Sampireun terdiri dari beberapa bungalow yang dibangun mengelilingi sebuah danau alam dengan luas kira-kira 4 hektar. Ada keunikan tersendiri, anda akan diantar dari lobby ke bungalow menggunakan perahu.
Topics: Arsip Tulisan Saya di Media Massa, Tours, Traveling & Culinary | 1 Comment »
Membangun Bioskop di Rumah
By Eep | December 31, 2008
Hiburan saat ini sudah mulai bergeser menjadi kebutuhan primer. Sibuknya pekerjaan, padatnya lalu lintas membuat kita menjadi cepat lelah dan stress. Salah satu hiburan yang dapat membuat kita rileks adalah menonton film. Namun, nonton di bioskop juga ada beberapa kendala, jalan menuju bioskop yang macet, dan jadwal pemutaran yang sudah ditentukan waktunya. Nah, bagaimana kalau kita memiliki bioskop sendiri di rumah? Tentu mengasyikan.
Memiliki bioskop sendiri di rumah (biasa disebut home theater atau home cinema) memang menyenangkan. Kita bisa menonton film apa saja, harinya bebas, waktunya bebas, dan bisa bersama-sama keluarga. Memang bagi penikmat film bioskop seperti saya, menonton di bioskop tetap tidak dapat dikalahkan walaupun memiliki home cinema dengan peralatan canggih dan mahal sekalipun. Menonton di bioskop memiliki suasana tersendiri, mengantri tiket, beli pop corn, layar yang besar sekali, dan serius menonton. Sebelum menonton siap-siap ke toilet dulu supaya pas nonton di dalam gedung bioskop tidak terganggu, karena pemutaran film di bioskop tidak bisa kita pause bukan? Berbeda dengan di rumah, kita bisa pause dulu film kalau kebelet ingin buang air. Atau kalau ada adegan yang kurang menarik, film bisa kita fast forward.
Topics: Arsip Tulisan Saya di Media Massa, Audio & Video Hobby | 10 Comments »
Kontributor Naskah dan Foto di Majalah IYA Jepang
By Eep | December 31, 2008
Kemarin pulang ke rumah setelah nonton Transporter 3 saya menerima 3 buah majalah yang dibawakan oleh sobat saya Gia Saribanon. Majalah tersebut adalah majalah Indonesia Youth Association (IYA) yang berpusat di Jepang. Saya tertulis di redaksional sebagai kontributor di majalah tersebut, beserta Pak Benny S. Butarbutar dari ANTARA. Ya, saya memang diminta menjadi kontrubutor naskah dan foto di majalah tersebut. Tulisan dan foto saya adalah diseputar pengembangan diri, teknologi audio video, pariwisata, seni dan budaya. Saya bisa menjadi kontributor majalah ini karena ajakan dari art director majalah tersebut, yaitu Dhany Irfan.
Berikut adalah screenshoot majalah dan tulisan saya:
Topics: Audio & Video Hobby, Foto Hobby, Pendidikan, Seni & Budaya, Social Life, Tours, Traveling & Culinary | 1 Comment »
Ciwalk XXI Tertinggal Jauh dari BlitzMegaplex Soal Multimedia
By Eep | December 26, 2008
Kemarin saya dan keluarga nonton film Madagascar: Escape 2 Africa di Ciwalk XXI Studio-1. Filmnya kocak sekali deh.
Seperti biasa, sebelum film dimulai, ada beberapa iklan yang ditayangkan, termasuk film-film yang akan datang alias Coming Soon.
Wah, menyambut liburan, banyak sekali film-film anak-anak yang akan diputar di Indonesia. Semua terpesona melihat trailer film-film tersebut, tapi tiba-tiba, semua jadi tertawa saat muncul di layar bioskop menu Start dari Microsoft Windows XP, dan kemudian muncul aplikasi WinDVD, lalu mouse bergerak-gerak. Wahahahaha…
Ya.. saya pernah menulis soal ini di tulisan ini. Bahkan saya pun sempat berdiskusi dan kasih saran kepada Management Ciwalk XXI bagaimana mengatasi “hal kecil” tapi mengganggu ini. Beberapa bulan yang lalu, saya dan keluarga sedang main di PVJ, tiba-tiba diajak nonton film oleh kawan saya bersama keluarganya juga. Tidak enak menolak ajakannya, saya pun mengiyakannya. Padahal, BlitzMegaplex bukan tempat nonton kesukaan saya. Nah kalau saya bandingkan, Blitz jauh lebih canggih dan kreatif dalam menampilkan trailer-trailer dan iklan sebelum pemutaran film. Lebih terkoordinir, alurnya enak, dan transisi antar klip jauh lebih bagus.
Biar kata Ciwalk XXI lebih bagus kualitas suaranya, tapi.. ya begitulah.. kalau urusan teknologi multimedianya.. masih tertinggal. Jadi gatal neh pengen beresin.. Halow management Ciwalk.. saya siap membantu anda, hehehehe
Topics: Audio & Video Hobby, Family | 9 Comments »
Sekali Lagi, Hati-hati Penipuan Gaya Baru
By Eep | December 26, 2008
SEBELUMNYA saya mengucapkan terima kasih kepada Redaksi Harian Umum Pikiran Rakyat atas dimuatnya surat ini. Maksud saya mengirim surat ini untuk mengantisipasi jatuhnya korban-korban berikutnya (terutama untuk kalangan bawah yang tergiur dengan hadiah-hadiah/imbalan) oleh maraknya penipuan, terutama penipuan model baru.
Kronologinya sebagai berikut, teman saya waktu pulang kerja (naik motor) menemukan satu paket amplop cokelat dibungkus rapi di tepi Jalan Soekarno-Hatta Bandung (tepatnya di jembatan Gedebage). Di luar amplop tersebut ada tulisan “Dokumen Penting” lengkap dengan nomor register dan nama sebuah PT (dicetak). Teman saya berpikir amplop tersebut jatuh saat dibawa kurir/pembawa surat. Karena penasaran teman saya membuka amplop tersebut. Di dalamnya ada surat keterangan asli (?) mengatasnamakan surat keterangan dari Badan Pertanahan Nasional (Jln. Percetakan Negara Manokwari) dan SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan lengkap dengan fotonya). Yang mengagetkan teman saya, di dalamnya ada cek dari BRI (asli tapi palsu) “empat miliar tujuh ratus juta rupiah”.
Topics: Social Life | 2 Comments »
iPod as Professional Portable Recorder
By Eep | December 25, 2008
iPod, sejak kemunculannya membuka cakrawala baru soal musik digital. Dari yang harus membawa banyak kaset di jaman Walkman atau kotak CD di era Discman, kini cukup membawa iPod dengan ribuan bahkan puluhan ribu lagu untuk iPod 160GB. Demam iPod pun melanda dunia, dan telah mendongkrak keuntungan sangat besar buat Apple. iPod pun menjadi sinonim dengan alat pemutar MP3, layaknya Kodak untuk kamera foto, Sanyo untuk pompa air, Aqua untuk air kemasan. Maka pemutar MP3 merk lain pun akan disebut ipod.
Perusahaan lainnya pun seperti berlomba-lomba membuat berbagai macam asesoris untuk iPod. Mulai dari hanya sekedar sarung, casing hingga ke speaker. iPod pun berkembang tidak hanya sebagai pemutar musik, tetapi menjadi penyimpan data, catatan, kalender, perekaman suara, dll. Alesis salah satu perusahaan audio profesional pun tak ketinggalan turut serta membuat perangkat tambahan yang mengubah iPod menjadi sebuah profesional recorder, yaitu ProTrack, Handheld Stereo Recorder for iPod.
Topics: Audio & Video Hobby, My Mac World | 1 Comment »










