Powered by Max Banner Ads 

Sunyi, Sepi

By Eep | February 6, 2010

tertawa bersama, terlepas terbahak-bahak
wajah cerah tanpa mendung mengurung
aku pun turut tertawa, terbahak,
mata tertutup, perut terguncang
sejenak kepenatan hidup pun hilang
terbawa lepas bersama nafas mulut ke udara
bercampur debu, hilang menguap begitu saja

tapi… terkadang… ada masanya
hidupku terasa sepi sekali,
sunyi senyap di tengah keriuhan
apakah itu juga alasan Tuhan
menciptakan Hawa sebagai teman sejati Adam?
untuk mengusir kesepian Adam?
padahal Adam sudah ditemani puluhan malaikat?

Tuhan.., siapakah yang akan jadi teman sejatiku
soulmate belahan jiwaku.. ?

tak ada jawaban.. kembali sunyi, kembali sepi..


 Powered by Max Banner Ads 

Topics: Karya Tulis | No Comments »

AnakAnakKreatif.Com

By Eep | February 4, 2010

Melihat perkembangan anak-anak yang suka menulis cerita, dan juga bercerita dengan gambar, membuat saya tergerak untuk mendokumentasikan semua catatan cerita dan gambar-gambar mereka. Saya kemudian mencari-cari nama domain yang tepat untuk mereka, tetapi ternyata ketika saya tanya, mereka punya keinginan nama domain sendiri. Awalnya mereka ingin creativekids.com, tetapi karena sudah digunakan oleh pihak lain, mereka pun setuju dengan nama domain blog mereka dengan anakanakkreatif.com.

Semoga menjadi sarana belajar beraktualisasi dan menyalurkan kemampuan mereka. Amien

Topics: Family, Science, Technology & Blogging, World of Children | 2 Comments »

Penampakan Mac di Film-Film Disney

By Eep | January 17, 2010

G-Force Movie

Sejak Pixar dibeli sahamnya oleh Disney, kemunculan gadget-gadget Apple dalam film-film Disney makin sering. Barusan saya dan anak-anak menonton film G-Force, beberapa kali muncul Macbook, Apple Cinema Display, dll. Saya baru ngeh karena anak-anak yang bicara sama saya: “Ayah-ayah.. itu komputer dan laptopnya sama dengan punya kita di rumah.” Memang, produk-produk Apple sangat sering digunakan sebagai property dalam berbagai film, kecuali dalam film-film yang berada di bawah naungan Sony Pictures (MGM, TriStar, dkk). Sebagai contoh di film-film Bond terbaru, yang muncul dapat dipastikan Sony Ericsson, dan Vaio.

Kali ini anak-anak tidak mau menonton film dalam format 3D, padahal G-Force diputar juga dalam format Dolby 3D di Ciwalk XXI. Alasannya, “Abis cape pake kacamatanya melorot terus, kan hidung kita pesek.” Halaaah, hehehehe.. Kayaknya teknologui 3D harus memikirkan untuk membuat kacamata 3D yang pas buat anak-anak. Yang sekarang kan memang berukuran besar dan hanya cocok buat orang dewasa, yang juga hidungnya mancung ala bule. :D

Topics: Audio & Video Hobby, Family, My Mac World, World of Children | No Comments »

Jrekk Noong

By Eep | January 14, 2010

Terima kasih untuk sahabatku, Abah Otox, :D

Topics: Pendidikan, Seni & Budaya | No Comments »

Kendang, The First Sundanese App for iPhone/iPod Touch

By Eep | January 8, 2010

Bangsa Indonesia patut berbangga, terutama masyarakat Jawa Barat, karena ada salah satu seniman Jawa Barat yang telah peduli membuat aplikasi alat musik kendang (gendang) khusus buat iPhone/iPod Touch, yang dapat diunduh langsung dari iTunes Store secara gratis!! Adalah seorang Dhany Irfan yang dengan ketekunannya membuat aplikasi tersebut dan memasukannya ke iTunes Store sehingga dapat diunduh oleh siapa pun dibelahan dunia mana pun.

Aplikasi ini adalah yang pertama karya urang Sunda yang masuk secara resmi dan diterima oleh Apple Inc. Semoga aplikasi ini bisa menjadi pemicu bagi kita untuk tetap mencintai seni dan budaya kita sendiri, dan sebagai promosi seni budaya kita di kancah dunia internasional. Semoga pemerintah Indonesia ada kepedulian lebih terhadap budaya dan seni bangsa ini, daripada ribut-ribut mempatenkan seni budaya karena sering diklaim oleh tetangga kita.

Topics: My Mac World, Pendidikan, Seni & Budaya | No Comments »

Mamahku, Sosok Ibu Yang Luar Biasa

By Eep | January 7, 2010

Awal tahun ini, aku berlibur bersama anak-anak ke Garut, mengunjungi orang tua aku (kakek dan neneknya anak-anak). Sekalian aku ada reuni bersama teman-teman SMA Leles Garut. Setelah perceraian yang menimpa aku, betapa baru kali ini aku menyadari, Mamah adalah sosok wanita yang luar biasa.  Jam 2.30 pagi beliau sudah bangun, cuci-cuci, beres-beres dan memanaskan beberapa masakan. Waktu itu aku pun masih sempat makan sahur untuk puasa sunnah.

Mamahku adalah sosok ibu yang tiada henti melayani keluarga, termasuk aku dan anak-anakku. Anak-anak sering bilang, “Ma Nini itu terlalu baik, selalu memperhatikan kita, selalu menyediakan makanan, sampai dibawa ke atas kasur. Ma Nini masih mau menyuapi kita yang udah besar-besar ini.” Ya, Mamahku tidak pernah diam dalam kesehariannya. Ada saja yang dikerjakannya. Dan dari mulutnya selalu saja terdengar kalimat-kalimat istigfar. Dan setiap kegiatan yang berbeda, selalu dibarengi dengan ucapan doa, mau makan ada doanya, mau ngangkat barang ada doanya, buka pintu rumah ada doanya, dll.

Mamahku adalah sosok istri yang sangat melayani suaminya. Beruntung sekali bapakku mendapatkan istri seperti beliau. Bahkan ketika bapakku berbuat kesalahan dengan menikah lagi, Mamahku akhirnya memaafkan Bapakku dan bahkan mengakui anak tirinya dan menyayanginya seperti anak sendiri.

Mamahku kadang sering menangis dalam sholatnya, mendoakan kami anak-anaknya, cucu-cucunya. Aku adalah anak yang paling banyak menyusahkan dan mengecewakan Mamah. Karena aku gagal memenuhi keinginan Mamahku untuk lulus kuliah dari ITB, juga sekarang malah mengecewakannya dengan gagal mempertahankan rumah tangga. Namun, hebatnya sekarang malah Mamahku lah yang paling tegar menghadapi perceraianku. Beliaulah yang memberikan semangat dan support untuk aku tetap bertahan.

Salah satu temanku yang kemarin ikut berkunjung dan menginap di rumahku berkata, “Aku lihat Ibumu itu seperti tidak ada istirahatnya, sibuk melayani Bapakmu makan, kamu dan cucu-cucunya, juga ga ada henti-hentinya melakukan sesuatu, beresin ini, siapin itu, dll.”

Aku kalau pulang ke Garut, pasti banyak diberi barang bawaan, bisa itu berupa sekarung beras, sesisir dua sisir pisang, kekotak makananan, bahkan kalau perlu, piring sendok garpu pun dia berikan untukku. Perhatiannya untuk keluarga begitu melebihi segala-galanya. Mungkin tidak pernah terpikirkan oleh beliau ingin jalan-jalan di mall, belanja, shopping, dll. Berbeda dengan sebagian wanita perkotaan, bagi Mamahku, tidak ada namanya malas-malasan bangun siang, tidak ada namanya hari libur, setiap hari adalah ibadah melayani keluarga.

Tuhan, sehatkan terus mamahku. Panjangkan usianya. Amein.

Topics: Family, Religius & Spiritual | 2 Comments »

Tidak Ada Infotainment, Charlie Chaplin Tetap Berkarya dan Dihargai

By Eep | December 22, 2009

Siapa yang butuh wartawan infotainment? Apa betul artis butuh wartawan gosip dan infotainment? Halah.. itu kan cuma omongan sepihak para penggosip infotainment. Saya tidak mau menyebut mereka wartawan karena apa yang mereka kerjakan bukanlah jurnalistik, tetapi menggunjingkan orang, tak lebih dari penggosip dan paparazzi.

Justru yang terjadi adalah kebalikannya. Industri gosip infotainment tumbuh subur menjadi seperti sekarang ini adalah karena adanya para artis. Kalau tidak ada mereka, infotainment tidak ada. Untuk jadi sukses, membuahkan karya terbaik, sama sekali tidak ada korelasinya dengan infotainment. Kalau puna ada artis yang ingin ngetop dengan cara menggunakan infotainment, maka dapat dikatakan artis tersebut adalah artis kacangan yang pengen ngetop dengan cara instant, cari sensasi.

Industri infotainment memang menggiurkan, modal sedikit, untung banyak. Jangan bandingkan dengan pembuatan film Avatar yang menghabiskan dana Rp 2,3 triliun lebih. Duit segitu bisa dipakai buat mendirikan puluhan ribuan PH penggosip. Ya.. modalnya cukup punya camcorder ukuran kecil (handheld), semacam Sony DVCAM PD-170 yang harganya sekitar RP 30 juta, edit pake komputer, murah meriah, ga perlu punya jimmy jip, genset atau peralatan lainnya macam PH film. Cukup punya crew yang berani manjat-manjat pohon atau tembok rumah artis, ga perlu yang berpendidikan tinggi untuk bisa wawancara artis. Banyak pertanyaan-pertanyaan ga mutu, bahkan sebetulnya bukan wawancara, tapi tuduhan dan memojokan.

Seperti apa kata temen saya yang berkecimpung di dunia hiburan, It’s all about money. Bahkan mungkin karena uang inilah akhirnya tayangan gosip masuk ke dalam jurnalistik persatuan para wartawan. Hmm.. no comment deh.

Topics: Artist & Event Management, Social Life, World of Entertainment | No Comments »

Media Gosip: ’secuil’ Fakta berbumbu Isapan Jempol & Fitnah

By Eep | December 22, 2009

Entah sudah beberapa tahun di Indonesia, kita memperhatikan fenomena dan sepak terjang dunia pergosipan (baca: infotainment). Saya masih ingat suatu waktu ketika keluarga saya sendiri seringkali menikmati tayangan kehidupan figur publik tanah air, setiap hari. Saya sendiri sejak dahulu tidak terlalu menikmatinya, karena menurut saya buat apa mengintip urusan pribadi orang lain. Begitu banyak urusan sendiri yang masih perlu perhatian. Namun karena tinggal di satu rumah, saya akhirnya memutuskan untuk latihan bertoleransi terhadap kebiasaan keluarga tersebut.

Saya tidak pernah menyangka bahwa observasi saya pada saat itu, ternyata berkembang menjadi suatu pengalaman, bahkan pelajaran, yang cukup mendalam. Pengalaman selama beberapa bulan terakhir ini dipicu oleh perubahan baru dalam kehidupan pribadi saya. Rasa pahit, sedih, bercampur marah tidak jarang menghampiri. Memang benar kata orang bijak, kita belajar bukan dari pengalaman yang manis, namun justru yang berat dan pahit.

Jarak dan Keterlibatan Mempengaruhi Strategi

Dahulu, mudah sekali saya menyimpulkan dalam hati ketika teman-teman figur publik menyampaikan uneg-unegnya diburu pers. Dalam benak saya berkata “ah, itu kan resikomu menjalani peran sebagai figur publik, mau tidak mau harus belajar menerimanya kan?” Hidup memang lucu, ketika kita mengamati suatu pengalaman dari jarak tertentu, dengan kadar keterlibatan tertentu, maka rasa, pengalaman dan kesimpulan yang kita petik bisa jauh berbeda begitu jarak dan keterlibatan kita mengental. Itupun terjadi pada saya, sekarang saya belajar memelihara kewarasan dengan kadar keterlibatan yang baru.

Read the rest of this entry »

Topics: Personal Library, Science, Technology & Blogging, Social Life | No Comments »

« Previous Entries

  •  Powered by Max Banner Ads 
  • Random Quote

    Cinta sering diucapkan dengan kata-kata, Cinta sering dilakukan tanpa perbuatan, Cinta sering disebut tapi tidak dikenal, Cinta tidak mengenal cemburu, Cinta tidak mengenal pamrih… — Dicky Zainal Arifin

  • Categories

  • Archives

  • Calendar

    February 2010
    M T W T F S S
    « Jan    
    1234567
    891011121314
    15161718192021
    22232425262728
  • RSS AnakAnakKreatif.Com

  • RSS Silokabudaya News

  • Tag cloud

  • Last Book Collection

    faq62h 0071477845-01-lzzzzzzz sukses-berbisnis-di-internet-dalam-29-hari-panduan-praktis-membangun-bisnis-internet-yang-sukses-dalam-29-hari-sc cover_layout_edisi_2009_fro1 cover2 0909050305385275-1
  • Last Movie

    the_spy_next_door_poster_02 mpw-43848 film22041b avatar-movie-poster d9istrict_9_movie_poster14 lastlegionposter2

  • This blog read by
    page counter
    people at this time

    Firefox 3